Jumat, 06 Januari 2017

Haruskah Kita Diam ? "Part 2"

Assalamualaikum wr.wb.
Semakin lama konflik-konflik yang terjadi di negara-negara islam pada saat ini, juga membuat kita semakin merasa begitu sangat ironis dengan semua korban yang tertimpa dalam konflik tersebut. Bukan hanya dari kalangan tentara dan pihak yang berperang saja. Namun yang membuat kita merasa ironis adalah korban-korban yang sebenarnya tidak pantas menjadi korban. Orang-orang yang seharusnya menjalani aktivitas sehari-hari dengan senang dan aman kini menjadi was-was akan adanya bom yang meledak secara tib-tiba dan mungkin takut akan adanya peluru yang mengarah pada mereka.
Satu hal lagi yang sangat dan yang paling ironis dalam konflik ini yaitu banyak anak-anak yang juga menjadi korban keganasan dari faktor perebutan kekuasaan dan gengsi besar-besaran. Belakangan ini kita dapat menyaksikan sendiri dari media informasi terutama di TV, bahwa ada anak yang mungkin baru berumur 5 tahun berlumuran darah akibat trageni ini. Tapi, anak ini tidak menangis dan tidak mengeluh, dalam keadaan berlumuran darah itu dia hanya menanyakan satu hal, "Dimanakah Orang tuanya ?". Anak yang baru berumur seperti itu dan dalam keadaan seperti itu masik memikirkan keadaan orang tuanya. Dia tidak egois walaupun dalam keadaan yang sangat miris. Tapi kenapa orang-orang dewasa yang mungkin sudah melewati banyak kejadian dan mendapat banyak pengalaman malah menciptakan peperangan yang hanya ingin menunjukkan gengsi, hanyak untuk kepuasan saja tanpa memikirkan orang-orang yang akan teraniaya akibat perang ataupun tragedi yang berlangsung sekarang ini.
Betapa sangat kejam jika semua tragedi ini hanya terjadi untuk menunjukkan senjata siapa yang paling tangguh dan yang paling hebat. Jika benar semua peperangan yang terjadi di negara-negara islam ini bukan kemauan dari penduduk lokal itu sendiri namun dari pihak lain yang ingin melakukan uji coba dan eksperimennya saja, maka bagi pihak lain yang menjadi profokator dan fasilitator tersebut untuk segara mengakhiri tindakan yang kejam itu.
Orang-orang muslim memang selalu terbuka kepada siapa pun, tapi bukan berarti orang-orang muslim bisa di bodoh-bodohi dengan begitu mudah.
Orang-orang muslim adalah orang-orang yang mau berteman dan selalu menghargai perbedaan, tapi bukan berarti bisa dipengaruhi dan didoktrin dengan hal yang tidak baik dengan seenaknya saja.
Mungkin pada saat ini orang-orang muslim dengan populasi terbanyak di Dunia, tapi bukan berarti dengan banyaknya populasi Muslim di dunia, orang muslim dapat di jadikan bahan Eksperimen.
"Orang Muslim bukanlah Kelinci percobaan yang dapat diperlakukan dengan seenaknya saja"
"Orang Muslim juga Manusia yang pada saat ini sama-sama mempunyai Hak"
Namun kita juga tidak dapat menyalahkan siapapun. Ada satu hal yang harus kita fikirkan bersama yaitu, Mengapa semua ini bisa terjadi? Mengapa Muslim pada saat terlalu banyak mendapat luka?
Apakah ini Cobaan?. Jika semua masalah dan semua kegundaan kita pandang cobaan, maka kita semua akan berpasrah dan hanya bersabar saja. Jadi, pertama sekali yang harus kita lakukan adalah membandingkan dan membedakan antara "Cobaan" dan "Teguran". Jika kita melihat suatu masalah dengan teguran maka kita akan selalu melakukan intropeksi diri.
Bila, kita melihat kebelakang tentang sejarah umat islam maka sangat berbeda sekali dengan saat ini. dimasa-masa Rasul dan Khalifah serta beberapa Dinasti umat islam sangat sejahtera.Orang-orang muslim pada saat itu sangat berjaya. Mengapa orang muslim bisa sejahtera dan berjaya di masa dulu?. Mungkin jawabannya simple, orang-orang muslim pada zaman itu sangat berbeda pada zaman sekarang.
"Apa perbedaan itu?"
Itulah yang harus kita temukan secara individu..
Sekian untuk bagian ini. Marilah kita renungkan dan kita jawab dengan signifikan.
Salam Satu Aqidah, Allah tuhanku, Muhammad Nabi dan Rasulku, Al-Qur'an dan Hadis Pegangan Hidupku.
Wassalamualaikum wr.wb.

Selasa, 03 Januari 2017

Haruskah Kita Diam?

Assalamualaikum wr.wb.
Mungkin sudah bertahun-tahun kita hidup di dunia ini dan sudah banyak pula kita melihat kejadian- kejadian besar yang sangat menghebohkan. Diantara kerjadian-kejadian besar yang hapir semua kalangan masyarakat dunia tau adalah tragedi perang maupun konflik. Sudah terlalu banyak konflik maupun perang yang terjadi di dunia ini, baik itu Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan sampai perang dimana hampir semua negara memperjuangkan kebebasannya.Tetapi setelah semua peperang itu berlangsung lama dan akhirnya hampir semua Masyarakat di Dunia sepakat bahwa penjajahn tidak di benarkan lagi, dan menyetujui yang namanya Perdamaian. Namun setelah semua ini terjadi, Apa yang kita banyangkan belum sesuai dengan kenyataan. Kita semua mungkin membanyangkan Dunia yang memang benar-benar Damai, Nyaman, Penuh dengan kebahagiaan. Tapi kenyataan yang kita dapat masih banyak Peperangan yang masih berlangsung di Dunia ini, dan yang sangat menyedihkan dalam peperang yaitu dampaknya bagi anak-anak, warga sipil yang terkena imbasanya. Kita semua mungkin tau konflik yang masih berlangsung dan sangat di sorot kalangan manusia setelah reformasi dunia itu ada di tiga tempat yaiu Gaza ( Palestia ), Aleppo ( Suriah ), dan yang baru saja usai yaitu Baghdad ( Irak ). Tapi diantara konflik-konflik tersebut ada satu hal yang mengganjal di hati. "Kenapa pada saat ini yang masih mengalami konflik hanya Negara Islam Saja ?". Apakah negara-negara Islam ingin di hancurkan dari dalam?. Dan yang anehnya lagi "Kenapa islam di identikkan dengan Teroris?". Orang muslim bukanlah orang -orang yang suka dengan kekerasan, kerusakan, dan bukan lah orang-orang yang diajarakan untuk menindas orang lain. Orang muslim selalu berpegang pada Al-Quran dan Hadits sebagain petunjuk dalam hidup. Al-Qur'an dan hadist juga melarang untuk melakukan kerusakan serta kekerasan ataupun pembunuhan. Dalam ajaran islam juga ada hukuman yang mengatur orang-orang yang berbuat demikian yang di sebut Hukum Qishas. Ajaran islam bukanlah ajaran yang mengajak penganutnya untuk memberontak, melainkan selalu mengajak penganutnya untuk saling menghargai sesama manusia bahkan sesama makhluki hidup.
Jadi pertanyaan yang harus kita jawab bersama yaitu.
Apakah konflik yang terjadi di negara-negara islam itu memang keinginan mereka ataukah ada pihak  lain yang membumbuinya?
Kemudian, Darimanakah mereka mendapatkan senjata untuk berperang? 
Apakah di Aleppo, Gaza, dan Baghdad ada pabrik yang membuat senjata secanggih yang di gunakan mereka ?
Apakah kita harus diam saat saudara kita menderita?
Salam Satu Aqidah, Allah tuhanku, Muhammad Nabi dan Rasulku, Al-Qur'an dan Hadis Pegangan Hidupku.
Wassalamualaikum wr.wb.