Assalamualaikum wr.wb.
Semakin lama konflik-konflik yang terjadi di negara-negara islam pada saat ini, juga membuat kita semakin merasa begitu sangat ironis dengan semua korban yang tertimpa dalam konflik tersebut. Bukan hanya dari kalangan tentara dan pihak yang berperang saja. Namun yang membuat kita merasa ironis adalah korban-korban yang sebenarnya tidak pantas menjadi korban. Orang-orang yang seharusnya menjalani aktivitas sehari-hari dengan senang dan aman kini menjadi was-was akan adanya bom yang meledak secara tib-tiba dan mungkin takut akan adanya peluru yang mengarah pada mereka.
Satu hal lagi yang sangat dan yang paling ironis dalam konflik ini yaitu banyak anak-anak yang juga menjadi korban keganasan dari faktor perebutan kekuasaan dan gengsi besar-besaran. Belakangan ini kita dapat menyaksikan sendiri dari media informasi terutama di TV, bahwa ada anak yang mungkin baru berumur 5 tahun berlumuran darah akibat trageni ini. Tapi, anak ini tidak menangis dan tidak mengeluh, dalam keadaan berlumuran darah itu dia hanya menanyakan satu hal, "Dimanakah Orang tuanya ?". Anak yang baru berumur seperti itu dan dalam keadaan seperti itu masik memikirkan keadaan orang tuanya. Dia tidak egois walaupun dalam keadaan yang sangat miris. Tapi kenapa orang-orang dewasa yang mungkin sudah melewati banyak kejadian dan mendapat banyak pengalaman malah menciptakan peperangan yang hanya ingin menunjukkan gengsi, hanyak untuk kepuasan saja tanpa memikirkan orang-orang yang akan teraniaya akibat perang ataupun tragedi yang berlangsung sekarang ini.
Betapa sangat kejam jika semua tragedi ini hanya terjadi untuk menunjukkan senjata siapa yang paling tangguh dan yang paling hebat. Jika benar semua peperangan yang terjadi di negara-negara islam ini bukan kemauan dari penduduk lokal itu sendiri namun dari pihak lain yang ingin melakukan uji coba dan eksperimennya saja, maka bagi pihak lain yang menjadi profokator dan fasilitator tersebut untuk segara mengakhiri tindakan yang kejam itu.
Orang-orang muslim memang selalu terbuka kepada siapa pun, tapi bukan berarti orang-orang muslim bisa di bodoh-bodohi dengan begitu mudah.
Orang-orang muslim adalah orang-orang yang mau berteman dan selalu menghargai perbedaan, tapi bukan berarti bisa dipengaruhi dan didoktrin dengan hal yang tidak baik dengan seenaknya saja.
Mungkin pada saat ini orang-orang muslim dengan populasi terbanyak di Dunia, tapi bukan berarti dengan banyaknya populasi Muslim di dunia, orang muslim dapat di jadikan bahan Eksperimen.
"Orang Muslim bukanlah Kelinci percobaan yang dapat diperlakukan dengan seenaknya saja"
"Orang Muslim juga Manusia yang pada saat ini sama-sama mempunyai Hak"
Namun kita juga tidak dapat menyalahkan siapapun. Ada satu hal yang harus kita fikirkan bersama yaitu, Mengapa semua ini bisa terjadi? Mengapa Muslim pada saat terlalu banyak mendapat luka?
Apakah ini Cobaan?. Jika semua masalah dan semua kegundaan kita pandang cobaan, maka kita semua akan berpasrah dan hanya bersabar saja. Jadi, pertama sekali yang harus kita lakukan adalah membandingkan dan membedakan antara "Cobaan" dan "Teguran". Jika kita melihat suatu masalah dengan teguran maka kita akan selalu melakukan intropeksi diri.
Bila, kita melihat kebelakang tentang sejarah umat islam maka sangat berbeda sekali dengan saat ini. dimasa-masa Rasul dan Khalifah serta beberapa Dinasti umat islam sangat sejahtera.Orang-orang muslim pada saat itu sangat berjaya. Mengapa orang muslim bisa sejahtera dan berjaya di masa dulu?. Mungkin jawabannya simple, orang-orang muslim pada zaman itu sangat berbeda pada zaman sekarang.
"Apa perbedaan itu?"
Itulah yang harus kita temukan secara individu..
Sekian untuk bagian ini. Marilah kita renungkan dan kita jawab dengan signifikan.
Satu hal lagi yang sangat dan yang paling ironis dalam konflik ini yaitu banyak anak-anak yang juga menjadi korban keganasan dari faktor perebutan kekuasaan dan gengsi besar-besaran. Belakangan ini kita dapat menyaksikan sendiri dari media informasi terutama di TV, bahwa ada anak yang mungkin baru berumur 5 tahun berlumuran darah akibat trageni ini. Tapi, anak ini tidak menangis dan tidak mengeluh, dalam keadaan berlumuran darah itu dia hanya menanyakan satu hal, "Dimanakah Orang tuanya ?". Anak yang baru berumur seperti itu dan dalam keadaan seperti itu masik memikirkan keadaan orang tuanya. Dia tidak egois walaupun dalam keadaan yang sangat miris. Tapi kenapa orang-orang dewasa yang mungkin sudah melewati banyak kejadian dan mendapat banyak pengalaman malah menciptakan peperangan yang hanya ingin menunjukkan gengsi, hanyak untuk kepuasan saja tanpa memikirkan orang-orang yang akan teraniaya akibat perang ataupun tragedi yang berlangsung sekarang ini.
Betapa sangat kejam jika semua tragedi ini hanya terjadi untuk menunjukkan senjata siapa yang paling tangguh dan yang paling hebat. Jika benar semua peperangan yang terjadi di negara-negara islam ini bukan kemauan dari penduduk lokal itu sendiri namun dari pihak lain yang ingin melakukan uji coba dan eksperimennya saja, maka bagi pihak lain yang menjadi profokator dan fasilitator tersebut untuk segara mengakhiri tindakan yang kejam itu.
Orang-orang muslim memang selalu terbuka kepada siapa pun, tapi bukan berarti orang-orang muslim bisa di bodoh-bodohi dengan begitu mudah.
Orang-orang muslim adalah orang-orang yang mau berteman dan selalu menghargai perbedaan, tapi bukan berarti bisa dipengaruhi dan didoktrin dengan hal yang tidak baik dengan seenaknya saja.
Mungkin pada saat ini orang-orang muslim dengan populasi terbanyak di Dunia, tapi bukan berarti dengan banyaknya populasi Muslim di dunia, orang muslim dapat di jadikan bahan Eksperimen.
"Orang Muslim bukanlah Kelinci percobaan yang dapat diperlakukan dengan seenaknya saja"
"Orang Muslim juga Manusia yang pada saat ini sama-sama mempunyai Hak"
Namun kita juga tidak dapat menyalahkan siapapun. Ada satu hal yang harus kita fikirkan bersama yaitu, Mengapa semua ini bisa terjadi? Mengapa Muslim pada saat terlalu banyak mendapat luka?
Apakah ini Cobaan?. Jika semua masalah dan semua kegundaan kita pandang cobaan, maka kita semua akan berpasrah dan hanya bersabar saja. Jadi, pertama sekali yang harus kita lakukan adalah membandingkan dan membedakan antara "Cobaan" dan "Teguran". Jika kita melihat suatu masalah dengan teguran maka kita akan selalu melakukan intropeksi diri.
Bila, kita melihat kebelakang tentang sejarah umat islam maka sangat berbeda sekali dengan saat ini. dimasa-masa Rasul dan Khalifah serta beberapa Dinasti umat islam sangat sejahtera.Orang-orang muslim pada saat itu sangat berjaya. Mengapa orang muslim bisa sejahtera dan berjaya di masa dulu?. Mungkin jawabannya simple, orang-orang muslim pada zaman itu sangat berbeda pada zaman sekarang.
"Apa perbedaan itu?"
Itulah yang harus kita temukan secara individu..
Sekian untuk bagian ini. Marilah kita renungkan dan kita jawab dengan signifikan.
Salam Satu Aqidah, Allah tuhanku, Muhammad Nabi dan Rasulku, Al-Qur'an dan Hadis Pegangan Hidupku.
Wassalamualaikum wr.wb.